Tongkang Batu Bara Kembali Tabrak Pilar Jembatan Mahulu, Pelindo Tegaskan Terjadi di Luar Jam Pemanduan

oleh -1214 Dilihat
oleh

SAMARINDA — Insiden tongkang batu bara yang menabrak pilar Jembatan Mahulu kembali terjadi. Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WITA. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memastikan kejadian itu berlangsung di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pemanduan.

Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan bahwa saat kejadian, aktivitas pengolongan di kawasan jembatan belum memasuki waktu pelayanan resmi yang diawasi Pelindo.

“Kondisi tersebut di luar SOP pelayanan kami, tugboat tersebut hanyut saat menunggu waktu pelayanan. Sebab kenapa hanyut masih dalam pemeriksaan,” ujar Tubagus Patrick dikutip dari niaga.asia, Minggu (4/1/2026).

Insiden ini menjadi kejadian kedua dalam rentang waktu berdekatan. Sebelumnya, pilar Jembatan Mahulu juga ditabrak tongkang batu bara pada Selasa, 23 Desember 2025 lalu.

Pada peristiwa terbaru, dua kapal terlibat di lokasi kejadian. Tugboat (TB) Bloro 7 yang menarik tongkang Roby 311 dilaporkan kehilangan kendali, sementara Tugboat (TB) Raja Laksana 166 yang menarik tongkang Danny 66 berupaya menahan laju tongkang agar tidak menimbulkan benturan lebih parah.

Benturan tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur jembatan, tetapi juga memengaruhi rumah warga di bantaran Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Samarinda.

Pelindo, lanjut Tubagus, langsung melakukan langkah cepat dengan memprioritaskan proses evakuasi tongkang bermuatan batu bara yang hanyut tersebut.

“Setelah hanyut, tim fokus melakukan evakuasi dulu dan infonya selesai dievakuasi sekitar di jam 03.50 WITA,” kata Tubagus.

Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, Pelindo juga menurunkan armada kapal tunda tambahan guna memastikan keamanan pilar jembatan serta menjaga kelancaran arus pelayaran pasca kejadian. Langkah ini disebut sebagai bagian dari prosedur kesiapsiagaan perusahaan dalam kondisi darurat perairan.

Namun demikian, Pelindo belum dapat memastikan penyebab teknis hanyutnya tongkang tersebut. Saat ini, investigasi internal masih berlangsung dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Mohon menunggu, tim kami masih melakukan koordinasi ulang dengan pihak-pihak terkait. Nanti kami informasikan ulang,” tutup Tubagus Patrick.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.