Abdulloh Serukan Kedamaian, LMP Kaltim Pilih Jaga Stabilitas Jelang Aksi 21 April

oleh -778 Dilihat
oleh

SAMARINDA – Menjelang rencana aksi besar pada 21 April 2026, dinamika di Kalimantan Timur kian meningkat. Di tengah situasi tersebut, Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, mengambil sikap yang menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan stabilitas daerah.

Alih-alih mengedepankan sikap konfrontatif, Abdulloh justru memilih pendekatan persuasif dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat suasana damai. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hadir untuk memperkeruh keadaan, melainkan berkontribusi dalam menjaga kondusivitas.

“Laskar Merah Putih Provinsi Kalimantan Timur bersama-sama dengan TNI Polri, senantiasa bekerjasama untuk tetap menjaga kondusifitas Kalimantan Timur secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan organisasi sosial. Dalam konteks tersebut, LMP ditempatkan sebagai mitra yang turut berkontribusi dalam menjaga ketertiban.

Menghadapi potensi meningkatnya tensi menjelang aksi, Abdulloh mengimbau seluruh jajaran organisasi untuk tidak mudah terprovokasi. Ia menilai, pengendalian diri menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya konflik yang lebih luas.

“Menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus LMP… untuk tetap tenang dan selalu waspada, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu serta ajakan-ajakan yang mengarah kepada perbuatan anarkis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan anarkis hanya akan merugikan banyak pihak, termasuk mengganggu persatuan serta menghambat proses pembangunan di daerah.

“Perbuatan anarkis dapat merusak persatuan kesatuan bangsa serta menghambat kegiatan pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Abdulloh menegaskan bahwa seluruh kader LMP memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh kader Laskar Merah Putih, diwajibkan untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Sikap ini dinilai menjadi penyeimbang di tengah situasi yang berpotensi memunculkan polarisasi. Abdulloh tidak menolak aksi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi, namun menekankan agar seluruh pihak tetap mengedepankan ketertiban dan tidak terjebak pada tindakan yang merugikan bersama.

Dengan pendekatan tersebut, ia berharap Kalimantan Timur tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif, meskipun di tengah meningkatnya dinamika sosial menjelang agenda aksi besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.