Pintu Istana Terbuka, Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa

oleh -763 Dilihat
oleh

JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka ruang dialog dengan masyarakat dengan menerima langsung perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin (16/6).

Sebanyak 15 mahasiswa yang mewakili peserta aksi diterima di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan pandangan terkait sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian publik.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyampaikan bahwa Wakil Presiden mendengarkan secara langsung berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pemerintah menghormati penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat secara damai dan bertanggung jawab. Bapak Wakil Presiden menerima masukan tersebut sebagai bagian dari komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Al Muktabar.

Dalam dialog yang berlangsung, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu, antara lain pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai berdampak pada masyarakat.

Koordinator aksi sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M. Abdi Maludin, menyatakan bahwa pertemuan berlangsung terbuka dan aspirasi mahasiswa diterima dengan baik oleh Wakil Presiden.

“Kami menyampaikan berbagai tuntutan dan masukan secara langsung. Bapak Wakil Presiden mendengarkan dan mencatat poin-poin yang kami sampaikan,” kata Abdi.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 122 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain di kawasan Istana Wakil Presiden, massa aksi juga menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Jalan Kwitang Raya.

Selama kegiatan berlangsung, aparat keamanan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek melakukan pengamanan secara profesional dan humanis. Situasi tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Jalan Medan Merdeka Selatan yang sempat mengalami penutupan sementara akibat aktivitas massa aksi kembali normal setelah kegiatan dialog selesai dilaksanakan.

Pertemuan tersebut kembali menunjukkan pentingnya dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi dalam sistem demokrasi. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat menjadi bagian dari proses perumusan dan evaluasi kebijakan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.