BORNEO Kaltim Gelar Aksi Damai di Samarinda, Tegaskan Sikap Tolak Atlet Israel dan Bela Palestina

oleh -1177 Dilihat
oleh

MEDIAOPINI.ID, SAMARINDA – Suasana depan Masjid Islamic Center Samarinda pada Jumat (10/10/2025) siang menjadi pusat perhatian publik. Puluhan massa dari Barisan Oposisi Rakyat Nasional Elaborasi Organisasi (BORNEO) Kalimantan Timur menggelar aksi damai menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menolak kedatangan atlet senam asal Israel ke Indonesia.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA itu berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap Israel dan dukungan kemerdekaan untuk Palestina.

Adapun tuntutan utama BORNEO Kaltim dalam aksi tersebut meliputi:

1. Mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina.

2. Mengutuk keras agresi militer Israel di tanah Palestina.

3. Mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menolak kedatangan atlet senam Israel ke Indonesia.

Ketua BORNEO Kaltim, Dede Hermawan, dalam orasinya menyampaikan bahwa sikap tegas terhadap Israel bukan hanya bentuk solidaritas kemanusiaan, tetapi juga amanat konstitusi bangsa.

“Indonesia memiliki konstitusi anti penjajahan. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan dengan jelas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya lantang.

Dede juga menegaskan bahwa selama Israel masih menjajah Palestina, maka rakyat Indonesia memiliki kewajiban moral untuk menolak segala bentuk kehadiran perwakilan Israel di tanah air.

“Selama penjajahan di Palestina belum berakhir, selama itu pula kita haramkan Israel menginjakkan kaki di Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, aksi ini merupakan bentuk dukungan rakyat terhadap pemerintah agar tetap berpihak kepada kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto mendengar suara rakyat. Jangan biarkan atlet Israel datang ke Indonesia, karena itu sama saja melukai hati umat dan menodai komitmen bangsa terhadap kemanusiaan,” lanjutnya.

Dede juga mengingatkan bahwa kehadiran tim Israel dapat menimbulkan polarisasi dan merusak persatuan bangsa.

“Zionis Israel adalah satu-satunya penjajah yang tersisa di muka bumi dan telah dikategorikan sebagai crime against humanity oleh PBB. Membiarkan mereka datang berarti mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi kita,” katanya.

BORNEO Kaltim menegaskan bahwa penolakan terhadap tim Israel justru akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai bangsa yang konsisten menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama untuk rakyat Palestina dan seruan persatuan agar seluruh elemen masyarakat Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina dari segala bentuk penjajahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.